Kamis, 17 Maret 2016

BUKTI MANUSIA BUKAN BERASAL DARI KERA



  1. Para ilmuwan telah menemukan fosil manusia yang hidup dahulu kala. Fosil-fosil manusia ini tidak menunjukkan perbedaan dengan manusia masa kini. Bahkan, fosil-fosil ini hidup zaman yang dinyatakan para evolusionis belum terbentuk manusia. Jika mengikuti klaim mereka seharusnya hanya ada kera nenek moyang manusia kala itu.

  1. Para ilmuwan telah menemukan bekas-bekas sebuah gubuk batu. Ketika mereka menghitung waktunya, mereka mencapai kesimpulan bahwa gubuk itu berumur 1,5 juta tahun. Artinya manusia yang hidup 1,5 juta tahun yang lalu adalah manusia beradab. Mereka adalah manusia biasa sebagaimana manusia masa kini. Bukti ini membuat pernyataan para evolusiomis, seperti bahwa manusia berevolusi dari kera, perama ada manusia primitif (separo manusia,separo kera), dan kemudian berevolusi menjadi manusia masa kini, keliru sama sekali.

  1. Salah satu fosil tertua yang ditemukan hingga saat ini adalah fosil Anak Toscana, yangberumur sekitar 1,6 juta tahun. Ketika fosil ini diuji dengan seksama, ditemukan bahwa fosil ini milik anak 12 tahun, yang jika dewasa akan setinggi 1,8 m. Fosil ini saja, dengan kemiripan yang tepat dengan kerangka manusia hari ini, sudah cukup untuk menggurkan kepercayaan bahwa manusia berasal dari kera.

  1. Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dapat berjalan tegak dengan kedua kakinya. Binatang seperti rusa, anjing, dan kera berkaki empat, dan binatang seperti ular, buaya dan kadal adalah reptil. Sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi, jutaan tahun yang lalu kera berkaki empat mengubah cara berjalan mereka menjadi posisi membungkuk. Kera terus berjalan membungkuk sampai, suatu hari, cara berjalan mereka menjadi sepenuhnya tegak. Dan sebagai hasilnya, bentuk manusia tercapai. Klaim yang dibuat oleh teori evolusi ini tidak berlandaskan pada bukti ilmiah apa pun, tetapi berdasarkan khayalan semata. Pengkajian yang dilakukan para ilmuwan tahun-tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa kalim para evolusionis benar-benar omong kosong yang tidak ilmiah!
         Penelitian telah menunjukkan bahwa mahluk hidup menggunakan energinya paling baik dengan berjalan      dengan 2 kaki atau 4 kaki.                

Mahluk hidup akan menghabiskan energy dua kali lebih banyak jika mereka mencoba berjalan membungkuk dan berbeda dari postur alamiahnya. Lalu, mengapa kera berjalan menghabiskan dua kali lebih banyak energi selama ribuan tahun? Sama halnya dengan manusia dewasa yang merangkak dengan beban penuh di punggungnya. Atau, maukah kamu, walau lebih enak berjalan dengan kedua kakimu, tiba-tiba memutuskan untuk berdiri dan berjalan pada kedua telapak tanganmu? Jelaslah tidak ada mahluk yang mau mengganti cara berjalannya yang enak. Allah Yang Mahakuasa telah menciptakan setiap manusia dengan kemampuan untuk bergerak dengan cara yang paling menyenangkan. Kesimmpulannya, teori evolusi tidak dapat menjawab pertanyaan, mengapa suatu saat kera berkaki empat memutuskan untuk berjalan hanya dengan dua kaki?
          
5        5.   Perbedaan terbesar antara kera dan manusia adalah bahwa manusia memiliki jiwa sementara kera    tidak.   Manusia penuh pengetahuan, berpikir, berbicara, dan menyampaikan pikirannya kepada orang lain dengan kalimat yang masuk akal, mereka mengambil keputusan, mereka merasa, mereka mengembangkan cita rasa, mereka mengenal seni, mereka melukis, mereka menulis lagu, mereka bernyanyi dan mereka penuh dengan cinta dan moral. Semua ciri ini khusus bagi jiwa manusia. Binatang tidak memliki jiwa. Cara mereka hidup dan menunjukkan kasih saying berhubungan dengan pola kehidupannya. Tidak ada setiap manusia yang    memiliki cirri-ciri unik ini.
Allah Yang Mahakuasa hanya menciptakan ciri-ciri sedemikian untuk manusia dan tidak untuk binatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar